Rabu, 28 Januari 2026
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
MedanPunya.com
Advertisement
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno
No Result
View All Result
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno
No Result
View All Result
MedanPunya.com
No Result
View All Result
Home Ekonomi

AS Dihantui Gagal Bayar Utang, ‘Deadline’ Kurang dari 2 Minggu

Senin, 22 Mei 2023
kanal Ekonomi
8
dibaca
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Whatsapp

New York(MedanPunya) Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen menyebut negaranya berpacu dengan ‘deadline’ sebelum terancam gagal bayar utang. Menurutnya upaya menaikkan plafon utang sebelum tanggal 1 Juni juga sulit dilakukan.

Ia sempat menyinggung AS terancam gagal bayar utang pada 1 Juni jika plafon utang tidak dinaikkan. Utang AS tercatat sebesar US$ 31,4 triliun, atau sekitar Rp 467.000 triliun (kurs Rp 14.900). Adapun tangga; 1 Juni tersisa kurang dari dua minggu.

“Dalam surat terakhir saya kepada kongres, kami kemungkinan gagal bayar utang paling cepat tanggal 1 Juni. Dan saya akan terus menyampaikan update kongres, tapi saya belum mengubah penilaian saya. Jadi saya pikir itu tenggat waktu yang sulit,” katanya.

Presiden AS Joe Biden pada hari Minggu menyebut tawaran terbaru Partai Republik dalam pembicaraan untuk mengangkat plafon utang pemerintah tidak dapat diterima. Namun ia mengatakan bersedia memotong pengeluaran bersama dengan penyesuaian pajak untuk mencapai kesepakatan.

Biden mengatakan, dia akan berbicara dengan Kevin McCarthy dari Partai Republik usah pertemuan Kelompok Tujuh (G7) di Hiroshima, Jepang.

Departemen Keuangan telah memperingatkan bahwa pemerintah federal tidak dapat membayar semua utangnya. Itu akan memicu default atau gagal bayar utang yang dapat menyebabkan kekacauan di pasar keuangan, dan lonjakan suku bunga.

Biden menyebut dia memiliki wewenang untuk meminta Amandemen ke-14 Konstitusi AS untuk menaikkan plafon utang tanpa Kongres. Masalahnya hal itu dinilai kurang tepat dalam keadaan ini, mengingat ketidakpastian hukum dan kerangka waktu.

“(Amandemen) tampaknya bukan sesuatu yang dapat digunakan dengan tepat dalam keadaan seperti ini, mengingat ketidakpastian hukum di sekitarnya, dan mengingat kerangka waktu yang ketat,” pungkas Yellen.***dtc/mpc/bs

 

Berikan Komentar:
Tags: Amerika Serikatbayar utangJanet Yellen
ShareSendTweet
Berita Sebelumnya

Zalensky Samakan Kehancuran di Bakhmut dengan Hirosima saat PD II

Berita Berikutnya

Detik-detik Mahasiswi USU Ditemukan Tewas dalam Rumah Terkunci

Related Posts

Ekonomi

Harga Emas Dunia Tembus Rekor Baru, Picu Kekhawatiran Krisis Global

Senin, 26 Januari 2026
Ekonomi

Izin Usaha Toba Pulp Dicabut-Saham Digembok Bursa, Invertor Gigit Jari

Rabu, 21 Januari 2026
Ekonomi

Beras Bakal Dibikin Satu Harga seperti BBM!

Senin, 12 Januari 2026
Ekonomi

Emas Perhiasan Jadi Penyumbang Inflasi Sepanjang 2025

Rabu, 7 Januari 2026
Ekonomi

Pecah Rekor! Neraca Dagang RI Surplus 67 Bulan Beruntun, Capai US$ 2,66 M

Senin, 5 Januari 2026
Ekonomi

RI Stop Impor Beras Tahun Depan

Selasa, 30 Desember 2025

Dikelola Oleh :

PT. WASPADA BAHANA ERIASAFA

Alamat Redaksi :
Jl. Garu 3 No. 33 Kel. Harjosari-I
Kecamatan Medan Amplas 20147
Telp : 061-785 0458
Email : medanpunyanews@gmail.com

TERBARU

Kim Jong Un Disebut Takut Bernasib seperti Maduro, Khawatir Digulingkan AS

Rabu, 28 Januari 2026

Kereta Api Sribilah Utama Tabrak Truk Pengangkut Sawit di Asahan

Selasa, 27 Januari 2026

Kejari Tahan Eks Pimpinan Bank BUMN di Medan Kasus Dugaan Korupsi Kredit

Selasa, 27 Januari 2026
  • Pedoman Media Cyber
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap

Copyright © 2020 medanpunya.com All Right Reserved | Dari Medan Kemana-mana

No Result
View All Result
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno

Copyright © 2020 medanpunya.com All Right Reserved | Dari Medan Kemana-mana