Kamis, 29 Januari 2026
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
MedanPunya.com
Advertisement
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno
No Result
View All Result
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno
No Result
View All Result
MedanPunya.com
No Result
View All Result
Home Ekonomi

RI Dibanjiri Telur hingga Buah Impor

Kamis, 15 September 2022
kanal Ekonomi
21
dibaca
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Whatsapp

Jakarta(MedanPunya) Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai impor Indonesia mencapai US$ 22,15 miliar pada Agustus 2022. Angka itu mengalami peningkatan 3,77% dibandingkan Juli 2022 dan meningkat 32,81% dibanding periode yang sama tahun lalu.

“Secara month to month nilai impor Agustus 2022 sebesar US$ 22,15 miliar atau naik 3,77% dibanding Juli 2022. Secara total peningkatan impor kita adalah 32,81% secara year on year dari US$ 16,68 miliar menjadi US$ 22,15 miliar,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto dalam konferensi pers virtual, Kamis (15/9).

Menurut penggunaannya, Setianto menyebut seluruh golongan penggunaan barang impor selama Agustus 2022 mengalami peningkatan. Impor terbesar berasal dari bahan baku/penolong yaitu US$ 16,76 miliar atau naik 0,35%, barang modal senilai US$ 3,54 miliar atau naik 18,14%, dan impor barang konsumsi US$ 1,85 miliar atau naik 12,27%.

“3 komoditas yang mendorong peningkatan impor barang konsumsi pada Agustus 2022 adalah buah-buahan naik 61,50%, susu, mentega, dan telur naik 87,27%, serta daging hewan naik 40,56%,” jelasnya.

Untuk bahan baku/penolong mengalami peningkatan 0,35%. Hal ini utamanya didorong oleh komoditas serealia naik 47,29%, komoditas mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya naik 7,16%, serta barang dari besi dan baja naik 43,34%.

Kemudian untuk barang modal mengalami peningkatan 18,14% utamanya didorong oleh peningkatan barang seperti mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya sebesar US$ 357,2 juta.

Setianto menyebut 5 negara dengan peningkatan impor terbesar yaitu Tingkok meningkat US$ 633,9 juta, Jerman US$ 142 juta, Malaysia US$ 125,7 juta, Australia US$ 119,8 juta dan Kazakhstan US$ 103,2 juta.

“Peningkatan impor non migas terbesar dari Tiongkok meningkat 10,67% dengan peningkatan terbesar untuk komoditas mesin, peralatan mekanis dan bagiannya, kemudian bahan bakar mineral, serta mesin perlengkapan elektronik dan bagiannya,” bebernya.***dtc/mpc/bs

 

Berikan Komentar:
Tags: BPSekonomitelur
ShareSendTweet
Berita Sebelumnya

Ancelotti Segera Susul Rekor Sir Alex

Berita Berikutnya

Polisi Selidiki Bocah di Medan Diperkosa hingga Terinfeksi HIV

Related Posts

Ekonomi

Harga Emas Dunia Tembus Rekor Baru, Picu Kekhawatiran Krisis Global

Senin, 26 Januari 2026
Ekonomi

Izin Usaha Toba Pulp Dicabut-Saham Digembok Bursa, Invertor Gigit Jari

Rabu, 21 Januari 2026
Ekonomi

Beras Bakal Dibikin Satu Harga seperti BBM!

Senin, 12 Januari 2026
Ekonomi

Emas Perhiasan Jadi Penyumbang Inflasi Sepanjang 2025

Rabu, 7 Januari 2026
Ekonomi

Pecah Rekor! Neraca Dagang RI Surplus 67 Bulan Beruntun, Capai US$ 2,66 M

Senin, 5 Januari 2026
Ekonomi

RI Stop Impor Beras Tahun Depan

Selasa, 30 Desember 2025

Dikelola Oleh :

PT. WASPADA BAHANA ERIASAFA

Alamat Redaksi :
Jl. Garu 3 No. 33 Kel. Harjosari-I
Kecamatan Medan Amplas 20147
Telp : 061-785 0458
Email : medanpunyanews@gmail.com

TERBARU

Kim Jong Un Disebut Takut Bernasib seperti Maduro, Khawatir Digulingkan AS

Rabu, 28 Januari 2026

Kereta Api Sribilah Utama Tabrak Truk Pengangkut Sawit di Asahan

Selasa, 27 Januari 2026

Kejari Tahan Eks Pimpinan Bank BUMN di Medan Kasus Dugaan Korupsi Kredit

Selasa, 27 Januari 2026
  • Pedoman Media Cyber
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap

Copyright © 2020 medanpunya.com All Right Reserved | Dari Medan Kemana-mana

No Result
View All Result
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno

Copyright © 2020 medanpunya.com All Right Reserved | Dari Medan Kemana-mana